Kamis, 17 Maret 2016

Acara SAKSI SMP Labschool Jakarta 2016



Pada tanggal 5 sampai 7 Februari, SMP Labschool Jakarta mengadakan kegiatan SAKSI (Studi Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia). Biasanya SAKSI diadakan di sanggar buana, tetapi tahun ini, SAKSI diadakan di Dodiklatpur, Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat. Ketika pembagian kelompok SAKSI, saya mendapatkan kelompok 1 putra dan daerahnya Sumatra Barat.

kami berangkat hari Jum’at, tanggal 5 februari 2016 menggunakan tronton dan kami tiba disana sekitar jam 09:00. Ketika sampai, kita harus ke lapangan pancasila melewati jalan menanjak dengan jalan kaki. Awalnya sih ngeri, selain karena jalanannya miring, bawaan kita  juga berat. Tetapi lama - lama juga biasa kok.

Pada hari pertama, kami sudah mulai menerima ‘derita/siksa’ dari SAKSI, yaitu melakukan apel pada lapangan terbuka di hari yang terik. Setelah selesai apel, kita diajarkan yel-yel tentang  ‘kekuatan’. Setelah itu, kami ke barak masing-masing melewati jalanan yang tidak terlalu miring seperti tadi dan sedikit lebih panjang dari jalanan yang tadi (sekitar 1,3 kali lipat). Setelah sampai di barak, kami sholat (bagi yang muslim) dan makan komando. Makan komando adalah makan yang disediakan harus habis dalam waktu cepat. Terus, kami mendapat materi tentang ular oleh sioux. Setelah itu, kami mandi, makan komando, dan sholat. Terakhir untuk hari ini, kami mengadakan parade busana daerah di aula dan malamnya kami tidur jam 10:00.

Pada hari kedua, kami harus bangun pagi untuk sholat subuh (bagi yang muslim), mandi, dan makan komando. Setelah itu, kami outbond untuk murid dan baksos untuk orang tua murid. Ada 7 rintangan outbond, tapi saya tidak ikut sama sekali. Perlu saya katakan bahwa antrian untuk naik 1 outbond itu panjang banget. Saya hanya tahu rintangan 1 dan 2 saja. Rintangan 1 yaitu kita harus menuruni suatu menara menggunakan tali tanpa tangga (turunnya yang gak ada tangga, bukan pas naik ke menara). Pada rintangan 1, saya tidak ikut karena saya takut ketinggian. Rintangan 2 yaitu kita mencoba flying fox. Pada rintangan ini, saya ingin mencoba karena saya tidak terlalu takut tinggi kalau naik flying fox. Pada saat semua teman di kelompok saya sudah naik flying fox, dan hampir mendapat giliran, ada komando dari pelatih kalau semuanya harus bubar dan pergi ke lapangan pancasila untuk mendapatkan makan siang. Semua berbaris kecuali saya, karena semua teman saya ada di tempat pendaratan flying fox, yaitu lapangan pancasila. Karena bingung, saya berbaris dengan kelompok 8 putra untuk sementara. Setelah makan siang, kami mendapat waktu untuk bertemu dengan oang tua masing-masing. Sayangnya, orang tua saya tidak datang . Lalu, kami pergi ke air terjun yang dekat dengan Dodiklatpur, Gunung Bunder dengan cara jalan kaki. Air di situ segar banget. Hampir semuanya mau berenang disitu karena airnya yang segar, tetapi ada juga yang tidak, seperti saya. Saya tidak mau karena saya bisa masuk angin setelah berenang, tetapi tetap saja diciprati. Kemudian, kami kembali ke dodiklatpur untuk mandi, makan, dan sholat. Sekitar pukul 19:00, kami memulai pensi. Pensi-nya seru lho, walaupun di akhir-akhir banyak yang mulai tertidur pas pensi. Ada battle dance, gombal, nge - rap, dll. Setelah itu, kami kembali ke barak untuk tidur.


Pada hari terakhir, kami harus bangun pagi untuk sholat shubuh dan mandi serta makan komando. Setelah itu, kami disuruh membereskan barang-barang bawaan kami dan menerima ‘derita/siksa’ SAKSI yang terakhir, yaitu membawa tas masing-masing ke lapangan pancasila untuk apel penutupan. Sebelum pulang, kita difoto per kelas dan menunggu pengumuman peserta terbaik saksi, kultum terbaik, dan busana daerah terbaik (putra-putri). Kemudian, kami kembali ke labschool tercinta kita naik tronton. O iya, ada 1 hal lagi yang hampir lupa saya ceritakan, yaitu kakak OSIS juga ikut kegiatan ini. Kelompok saya mendapatkan kak Vhastia. Kesan saya untuk kegiatan ini adalah seru, capek, panas, dan melatih kedisiplinan serta mental diri kita. Pesan saya adalah semoga saksi tahun depan, lebih extrem rintangan outbond-nya dan pergi ke curuk (air terjun) lagi. Walaupun saya agak demam ketika tiba di rumah karena tidak tahan dinginnya air terjun yang dipadu dengan angin sepoi-sepoi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar